kita melakukan banyak hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Dan jika kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir maka kita akan jatuh sakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi.
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustadz.
“Tidak Ustadz, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustadz.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul- betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. 1/2 botol diminum malam ini, 1/2 botol lagi besok sore jam 6, dan jam 8 malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustadz yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul- betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan 1/2 botol racun yang disebut “obat” oleh Ustadz edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir- pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. 1 untuk dirinya, 1 lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba- tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? ” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”.
Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustadz yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustadz tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustadz langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustadz pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustadz, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Oh, begitu indahnya dunia ini…
Jumat, 24 September 2010
Tarbiyah wa Tazkiyah
Bismillahirrohmanir rohim,
Allahuma Sholli wa Salim alaih...
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid- muridnya. Ia duduk menghadap murid- muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama
mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid- muridnya. "Paham bu guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang- terang...Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan- lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang- terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka
inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka
akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...
RENUNGILAH SAHABAT SEMUA..
TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA2 ISLAM KITA..SEMOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA2 SADAR BAHAWA AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM!
UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA DIRI!!
UNTUK ITU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG KITA MAMPU BERSAMA2..JANGAN HANYA BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DI NEGARA2 LAINNYA, BARU KESADARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT TAPI KITA MASIH BISA INSYA ALLAH MEMPERBAIKINYA. MULAI DARI DIRI KITA, KELUARGA KITA, KERABAT, SAHABAT DAN ORANG-ORANG
DISEKELILING KITA
YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM.. AMIIINN...
Sebagai umat Islam yang bertanggungjawab, tolonglah forwardkan e-mail ini kepada sahabat2 Islam kita yang lain. Semoga yang baik dijadikan teladan dan yang buruk dijadikan peringatan.. ALLAHU a'lam.
Alhamdulillah
Wassalamualaikum.
Kamis, 23 September 2010
Beginikah Rasanya Cinta ? Manis, Pahit atau Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si Gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si Gadis. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si Gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si Gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si Pria itu, si Gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si Gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata,“Kita pulang aja yuk…?!?”
Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”, si Pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.

Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di
sana.”

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si Pria mulai berkaca-kaca, dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, “Rasanya manis !! “
Hikmah
Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana. Atau dengan kata lain Cintailah karena Sang Penciptanya, Allah SWT !
Kamis, 10 Juni 2010
Di Sisi Lain Dunia
Sungguh tragis nasib mereka...





















Mereka Ingin Pintar, Mereka Tak Ingin Bodoh...!!!



Mereka di landa kekhawatiran , sedangkan kita hidup tentram,
Coba pikirkan apa yang perlu kita khawatirkan pada diri kita....???

kita mempunyai banyak fasilitas untuk belajar.

Sedangkan mereka,.... Lihat, lihat!! apa yang mereka punya....???

Tidak senang Sayuran.....???

Lihat, lihat...!!, Mereka kelaparan??

Kamu gemuk, sehingga harus diet...??

Mereka akan mati jika diet!
Kamu masih memiliki orang tua yang dapat menggendongmu dengan empuk.

Namu dia, tidak ada lagi orang tua yang menggendongnya!

Bosan dengan mainan yanag tiap hari hanya itu?

Mereka tidak punya mainan untuk bermain

Saat orang tuamu membelikan sepatu adidas
kamu mengatakan, kenapa bukan Nike saja?!

Lihat! Inilah satu-satunya merek sepatu yang mereka miliki!

Marah setiap malam mendengan suara-suara yang mengganggu di setiap akan tidur?

Mereka tidur, Dan berharap untuk tidak bangun lagi di esok pagi.
Apakah kita masih mau mengeluh?
Lihatlah keadaan mereka!
Kita masih bisa merasakan nikmatnya fasilitas yang kita dapatkan.
Mari melihat kehidupan yang di berikan oleh Allah kepada kita!
Berapa kali dalam sehari atau sebulan, bahkan setahun kita mengucapkan syukur kepada-Nya?
Mari kita belajar bersyukur dan berendah hati!
Bersyukur kepada Allah yang maha pengasih.
Yang memberikan kita harta.
Yang memberikan kita badan yang sehat.
Yang memberikan kita keluarga yang harmonis.
Yang memberikan kita pekrjaan tetap.
Yang memberikan kita sahabat yang baik.
Dan Yang memberikan kita semua yang ada di sekitar kita.
Allah berfirman:
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (QS 35:12)
Saudaraku, Marilah kita sekali lagi bersukur kepada-Nya.
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.(QS 27:19)
Rabu, 12 Mei 2010
MENGUKUR KADAR SYUKUR KITA

ALKISAH…. ada seseorang bermimpi bertemu dgn malaikat. Dalam mimpinya tersebut, orang tadi diajak oleh malaikat untuk melakukan Mi’raj (perjalanan ke atas langit).
Singkat cerita, sampailah keduanya di tempat pertama. Tempat tersebut begitu besaaarr… di dalamnya terdapat ribuan malaikat yang sedang sibuk bekerja. Terlihat, ribuan malaikat itu sedang memilah2 / memisah2 jutaan berkas seperti layaknya kantor pos.

Karena bingung, orang tsb bertanya kepada malaikat yg membawanya: “Wahai malaikat… tempat apa sebesar ini? Dan apa yg sdg dilakukan oleh para malaikat di dalamnya?”
Malaikat tsb menjawab: “Wahai manusia, tempat ini kami namakan dgn ‘DEPARTEMEN PENERIMAAN PERMOHON’…”
“Maksudnya apa ya malaikat?”, tanya org tadi.
Malaikatpun menjelaskan: “Wahai manusia, semua permohonan / doa yg dipanjatkan dan diminta oleh manusia yg hidup di dunia, untuk pertama kali akan sampai ke tempat ini. Tugas malaikat yg bekerja di dalamnya adalah memilah2 dan memisah2 permohonan tsb berdasarkan kategorinya. Ada manusia di dunia yg minta agar rezekinya dilancarkan, maka permohonan itu dikumpulkan berdasarkan kategori REZEKI. Ada manusia yg minta agar sakitnya disembuhkan, jodohnya dipercepat, agar cepat dapat keturunan, lulus ujian, dan lain-lain. Di tempat inilah semua permohonan tsb dipisah2 dan dikumpulkan berdasarkan kategorinya masing-masing…”
Begitu ta’ajjub org tsb, dan tercengang, krn begitu byk permohonan yg diminta oleh manusia yg hidup di dunia setiap harinya…
Kemudian, malaikat mengajak org tsb untuk melanjutkan perjalanan…
Sampailah keduanya di tempat yg kedua. Tempat tsb begitu besar, tidak kalah besar dgn tempat pertama, dan di dalamnya terdapat ribuan malaikat yg jg sdg sibuk bekerja. Namun, jenis pekerjaan mrk berbeda dgn tempat pertama, yaitu para malaikat sedang mengepak2 dan memaket2 berkas2 yg jumlahnya jutaan, dan siap untuk dikirimkan…
Karena bingung, org tsb bertanya kpd malaikat yg membanya tadi: “Wahai malaikat… tempat apa ini? Dan apa yg sdg dilakukan oleh para malaikat di dalamnya?”

Malaikat tsb menjawab: “Wahai manusia, tempat ini kami namakan dgn ‘DEPARTEMEN PENGEPAKAN DAN PENGIRIMAN…”
“Maksudnya apa ya malaikat?”, tanya org tadi.
Malaikatpun menjelaskan: “Wahai manusia, setelah semua permohonan / doa manusia diterima di tempat pertama, dan setelah permohonan itu dikabulkan oleh Allah, maka permohonan tersebut dikirim ke tempat ini, dan tugas malaikat di dalamnya adalah memaketkan permohanan itu dan mengirimkannya kpd manusia yg memintanya di dunia”
Begitu ta’ajjub org tsb, dan tercengang, krn begitu byk permohonan yg telah dikabulkan oleh Allah, dan siap utk dikirimkan kepada manusia yg memintanya di dunia…

Kemudian, malaikat mengajak org tsb untuk melanjutkan perjalanan…
Singkat cerita, sampailah keduanya di tempat yg ketiga…
Tempat ketiga ini sangat berbeda dgn tempat pertama dan kedua. Tempat ketiga ini begitu kecil, sangat kecil, hanya seukuran 3x4 meter !! dan anehnya, hanya ada satu malaikat yg bekerja di dalamnya…

Karena bingung, org tsb bertanya kpd malaikat yg membanya tadi: “wahai malaikat… tempat apa ini? Mengapa bangunannya begitu kecil? Dan mengapa hanya satu malaikat yg bekerja di dalamnya?”
Malaikat tsb menjawab: “Wahai manusia… tempat ini kami namakan dgn ‘DEPARTEMEN PENERIMAAN UCAPAN TERIMA KASIH’…”
“Maksudnya apa wahai malaikat?”, tanya org tsb kebingungan.
Malaikat pun menjelaskan: “Wahai manusia… setelah manusia bermohon kepada Allah, berdoa kepada Allah, mengadu kepada Allah ttg kesulitan hidupnya, dan Allah telah mengabulkan permohonannya itu, maka, ucapan TERIMA KASIH yg disampaikan manusia kepada Allah akan sampai ke tempat ini….”
“Tapi… mengapa tempat ini begitu kecil? Dan mengapa yg bekerja di dalamnya hanya satu malaikat? Bahkan skrg kita lihat malaikat tsb sedang NGANGGUR??!”, tanya org tsb dgn rasa heran.
Sambil menghela nafas, malaikat tsb menjelaskan: “Yaaah… begitulah wahai manusia… begitu banyak manusia bermohon kepada Allah, meminta kepada Allah agar doanya cepat dikabulkan, memohon agar permasalahan hidupnya diberikan jalan keluar… tapi setelah permohonannya itu dikabulkan, JARANG sekali dari mereka yg mengucapkan SYUKUR, mengucapkan TERIMA KASIH kepada Allah…
Saudara-saudara sekalian…
Sadarkan kita bahwa kita sangat2 jarang mengucapkan syukur dan berterima kasih atas curahan nikmat yg Allah berikan kepada kita?? Begitu banyak nikmat yg Allah berikan kepada kita, bahkan untuk hal-hal yg tidak pernah kita minta, tapi dgn sifat Rahman dan Rahimnya, Allah senantiasa memberikan nikmat tsb kpd kita.
Saya sangat yakin, sangat jarang -mgkn tidak pernah- diantara kita yg bermohon kepada Allah agar diberikan Oksigen yg cukup sehingga kita dapat bernafas dgn bebas. Atau… banyak diantara kita ketika kita berjalan dgn kaki kita, mengambil sesuatu dgn tangan kita, berbicara dgn lisan kita, melihat dgn kedua mata kita, mendengar dgn telinga kita, yg menyadari bhw itu semua merupakan nikmat Allah yg diberikan kpd kita tanpa kita minta. Seakan2 nikmat tsb kita anggap nikmat yg biasa…
Tanyakan kpd tuna netra, bagaimana nikmat bisa melihat!

Tanyakan kpd tuna rungu, bagaimana nikmat bisa mendengar!

Tanyakan kpd penderita asma, bagaimana nikmat bisa bernafas dengan lega!

Tanyakan kpd org yg kehilangan kaki / tangannya, bagaimana nikmat mempunyai keduanya!
Tanyakan…. Tanyakan…!

Maka wajarlah jika Allah swt berfirman: “…. Wa qoliilan maa tasykuruun”, sungguh sedikit kalian bersyukur…
Pada akhir kisah, malaikat tsb menjelaskan kpd org tadi :
“Jika engkau masih bisa bangun pagi, dan masih dapat melihat matahari bersinar, masih bisa melihat hidangan di meja makanmu, maka sungguh… engkau lebih beruntung dari 700 jt orang yg ada di dunia ini…”

“Jika engkau masih menyaksikan kedua orang tuamu msh hidup, msh bisa bercengkrama dgn istri dan anak2mu, maka sungguh… engkau lebih beruntung dari 1 milyar orang yg ada di dunia ini…”

“Jika engkau msh bisa menghadiri sebuah masjid tanpa ada rasa takut… takut akan penindasan, pengusiran dan penyiksaan, maka sungguh… engkau lebih beruntung dari 300 jt org yg ada di dunia ini…”

BAGAIMANA CARA BERSYUKUR KEPADA ALLAH?
Cara yg paling mudah adalah senantiasa mengucapkan “ALHAMDULILLAH…” Terima Kasih ya Allah…
Jika kedua org tuamu masih hidup, cara mensyukurinya adalah dgn berbakti kepada keduanya.
Jika istri dan anak2mu masih hidup, cara mensyukurinya adalah dgn mendidik mrk menjadi istri dan anak2 yg sholeh/sholehah..
Jika engkau masih bisa menghadiri masjid tanpa ada rasa takut, cara mensyukurinya adalah dgn senantiasa sholat fardlu di masjid…
Imam Nawawi menjelaskan ttg hakikat syukur : “Mensyukuri nikmat Allah adalah bagaimana dgn nikmat tsb, seorang hamba menggunakannya dalam rangka meningkatkan ibadah kepada Allah, dan bkn untuk maksiat kepada Allah…”
Kaki kita, tangan kita, panca indera yg kita miliki, semua adalah nikmat dari Allah… sudah seberapa besar kita gunakan untuk mensyukuri nikmat Allah tsb ???
Subhanallah… sungguh benar firman Allah : “…. Wa qoliilan maa tasykuruun”, sungguh sedikit kalian bersyukur…
Panjang usia, sehingga kita dapat bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini, merupakan nikmat yang sangat luar bisa… mari kita syukuri dgn cara mengisinya dgn byk amal ibadah semaksimal mungkin.
“Jika engkau bersyukur, maka pasti akan Aku tambah nikmatKu untukmu. Tapi jika engkau kufur (tidak bersyukur), maka sungguh siksaKu amat pedih”
Wallaahu a’lam…


0 Comments:
Post a Comment